Sebagaimana seharusnya

•Februari 3, 2008 • & Komentar

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Bimbinglah kami, untuk senantiasa mensyukuri Rahmat-Mu sebagaimana seharusnya,

Bimbinglah kami, untuk senantiasa mensyukuri Rahmat-Mu apapun keadaan dan keberadaan kami,

Bimbinglah kami untuk semakin menyadari Rahmat-Mu sebagaimana seharusnya,

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Biarlah Rahmat-Mu senantiasa membimbing kami untuk berserah diri kepada-Mu sebagaimana seharusnya,

Berserah diri kepada-Mu apapun keadaan dan keberadaan kami,

Bimbinglah kami untuk larut dalam Cahaya dan Rahmat-Mu,

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Bimbinglah kami untuk menjadi hamba-Mu yang berbakti, sebagaimana seharusnya, tanpa dibatasi oleh batasan fisik kami,

Bimbinglah kami untuk selalu memberikan kasih kami kepada-Mu, sebagaimana seharusnya, sebagai Ruh yang berasal dari-Mu, dan yang selalu merindukan-Mu.

Amien.

Untuk kembali pulang

•Januari 31, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

<didalam Rahmat-Nya didalam hati>
Ya Rabbi, syukur kami untuk-Mu, Yang Terkasih…

<senyum sepenuh kasih, dari hati yang mekar indah untuk-Nya>
Ya Rabbi, indahnya Rahmat-Mu…
Biarlah kami menjadi bagian dari Rahmat-Mu…

<memasrahkan seluruh hati dan diri kepada-Nya>
Ya Rabbi, yang Terkasih…
Bimbinglah kami untuk kembali pulang kepada-Mu…

Amin…
<enjoy, smile nicely from your heart, surrender completely>

Ilmu Tertinggi

•Januari 23, 2008 • & Komentar

Alkisah ada sepasang kakak dan adik. Mereka berazam untuk keluar dari kampung halamannya untuk menuntut ilmu tertinggi. Di persimpangan jalan, kakak beradik tersebut berpisah, dan berjanji untuk bertemu kembali 10 tahun kemudian di tempat yang sama.

Singkat cerita 10 tahun telah berlalu, dan akhirnya kakak beradik tersebut bertemu kembali setelah masing-masing belajar ilmu tertinggi. Setelah menumpahkan kerinduan yang sekian lama terpendam, kakak beradik tersebut sepakat untuk kembali ke kampungnya.

Di tengah perjalanan kembali ke kampung halaman, mereka bertemu dengan sungai yang besar dan deras. Si kakak melihat ada seorang tua yang menyewakan perahu untuk menyeberang, bergegas si kakak menghampiri pak tua dan membayar 5000 rupiah untuk menyeberang. Si kakak heran karena si adik diam saja tidak ikut naik ke perahu, “kakak menyeberang saja duluan, aku akan perlihatkan kepada kakak ilmu tertinggi yang sudah adik pelajari”, ujar si adik.

Ketika kakaknya menyeberang, dengan lihai adiknya melompat kesungai dan secara ajaib mampu berjalan diatas sungai layaknya berjalan diatas tanah, “jadi, itukah ilmu tertinggimu?” tanya sang kakak. “Adikku, betapa murahnya ilmu yang engkau pelajari, dengan Rp. 5000 aku dapat melakukan hal yang sama dengan mu, tidak perlu 10 tahun untuk bisa melakukan hal tersebut”

moral of the story: ilmu tertinggi bukanlah ilmu yang setara Rp. 5000 (pakai aja perahu kalau cuma buat nyebrang sungai, kan?), namun ilmu ma’rifat kepada Allah yang tak bisa dibayar dengan apapun untuk bisa melakukannya.

Mari belajar ilmu Tertinggi

Kasih untuk Yang Terkasih

•Januari 20, 2008 • & Komentar

Ya Rabbi, yang terkasih….

Bimbinglah kami untuk memasrahkan seluruh hati dan diri kami kepada-Mu,
Membiarkan Cahaya dan Rahmat-Mu, melakukan hal-hal terindah atas seluruh hati dan diri kami,
Membiarkan Cahaya dan Rahmat-Mu, memenuhi dan menerangi seluruh hati dan diri kami,

Ya Rabbi, yang terkasih…
Bimbinglah kami untuk dapat menyadari dan menikmati Cahaya dan Rahmat-Mu apa adanya,
Lepaskanlah dan murnikanlah semua batasan,
Biarlah kami semakin tenggelam dan larut dalam Cahaya dan Rahmat-Mu,
bimbinglah kami untuk selalu dapat mensyukuri Cahaya dan Rahmat-Mu sebaik-baiknya,

Ya Rabbi, yang terkasih…
Biarlah Cahaya dan Rahmat-Mu, memancar dari seluruh hati dan diri kami,
Biarlah semua makhluk disinari dan diterangi oleh Cahaya dan Rahmat-Mu,
Biarlah semuanya menjadi lebih indah dan semakin sesuai dengan Cahaya dan Rahmat-Mu.

senyum sepenuh kasih dan syukur, untuk-Mu, dari hati yang mekar indah karena-Mu :)

Amin.

Senyum indah

•Januari 10, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi, yang terkasih….

Bersihkanlah semua yang tidak murni dalam hati kami,
Biarlah hati kami dapat semakin terbuka, mekar indah untuk-Mu,
Menyambut kasih-Mu,

Bersihkanlah semua hambatan, ketegangan, beban, dalam diri kami,
Sehingga kami dapat tersenyum sepenuh kasih, dari hati yang mekar indah, kepada-Mu,
Untuk semakin mensyukuri Rahmat-Mu, merindukan-Mu,
Memberikan kasih kami seutuhnya kepada-Mu,

:) :) :)

Amin.

Tujuan hidup sejati

•Desember 1, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi, yang terkasih…

Biarlah kami berada dalam rahmatmu didalam hati,
menikmati, mensyukuri kasih-Mu,
untuk semakin menyadari tujuan hidup sejati,
tumbuhkanlah kerinduan yang indah dalam diri kami kepada-Mu,
biarlah semua keinginan sirna melainkan untuk kembali kepada-Mu, setepatnya menurut kehendak-Mu

Amien.

Membersihkan diri lebih dalam

•November 21, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi,…

Ampunilah dan rahmatilah kami,
Berkatilah dan rahmatilah bagian-bagian diri kami yang masih ingin menjauh dari-Mu, <pasrahkan bagian-bagian tersebut kepada Tuhan, untuk seutuhnya dibersihkan>
Biarkanlah bagian-bagian tersebut menjadi semakin terang dan murni, indah, semakin sesuai dengan cahaya dan kasih-Mu, semakin menyadari tujuan hidup kami yang sebenarnya…

Amien…

Melepaskan beban

•November 21, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

<menyadari beban terbesar dalam diri>
Ya Rabbi,…
Bantulah kami untuk memasrahkan beban ini, apapun beban itu, kepada-Mu,…
Biarlah cahaya dan kasih-Mu membersihkan kami dari beban tersebut,
Biarlah hati kami menjadi lebih terang dan murni, semakin sesuai dengan cahaya dan kasih-Mu…

Ya Rabbi,…
Bantulah kami untuk melepaskan sisa-sisa beban tersebut dari seluruh hati kami,
memasrahkan semuanya seutuhnya kepada-Mu,…
Biarlah cahaya dan kasih-Mu membersihkan sisa-sisa beban tersebut dari hati dan diri kami,
Biarlah hati kami menjadi semakin indah dan terang, semakin sesuai dengan cahaya dan kasih-Mu,…

Ya Rabbi,…
Berkatilah hati kami, agar semakin terang dan murni, untuk kami persembahkan kepada-Mu

Ya Rabbi,…
Berkatilah hati kami, agar semakin terang dan murni, untuk kami persembahkan kepada-Mu,

Ya Rabbi,…
Berkatilah hati kami, agar semakin terang dan murni, untuk kami persembahkan kepada-Mu,

Ya Rabbi, yang terkasih,…
Terimalah hati kami seutuhnya untukmu, sepenuh kasih…

Taubat

•November 15, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi, Yang Terkasih….

Ampunilah kepalsuan cinta dari hati kami,
murnikan dan sucikanlah hati kami,
agar dapat mengasihi-Mu, setulusnya, sepenuhnya….

Ya Rabbi, Yang Terkasih,…

Ampunilah kelalaian dan pembangkangan kami,
biarkanlah Rahmat-Mu yang sempurna dan menyempurnakan segala sesuatu,
melakukan semua yang terbaik pada hati dan diri kami,
biarlah semua noda yang sempat tercetak karena pembangkangan kami,
dibersihkan dan dimurnikan…

Ya Rabbi, Yang Terkasih,…

Ampunilah keterpalingan kami dari mengasihi-Mu,
padahal telah nyata bagi kami, Engkaulah tumpuan dan tujuan satu-satunya,
padahal telah jelas bagi kami, Engkaulah sumber kasih dan cahaya,
biarlah semua yang tidak murni antara hati kami dan rahmat-Mu,
dibersihkan dan dimurnikan,
biarlah kami seutuhnya selalu mengasihi-Mu,

Ya Rabbi, Yang Terkasih,…

Ampunilah kami dari ketergantungan kepada selain-Mu,
padahal Engkaulah satu-satunya tautan,
padahal Engkaulah satu-satunya harapan,
biarlah semua hubungan dan tautan selain kepada-Mu,
dibersihkan dan dapat kami pasrahkan seutuhnya kepada-Mu,
agar cahaya dan kasih-Mu dapat menerangi dan memurnikan diri kami,
lebih baik lagi…

Ya Rabbi, Yang Terkasih,…

Ampunilah bagian diri kami yang masih ingin menjauh dari-Mu,
bersihkanlah dan murnikanlah bagian tersebut,
sehingga diri kami seutuhnya, sepenuhnya dapat mengasihi-Mu,

Ya Rabbi, Yang Terkasih,…

kami ridlo Engkau sebagai Tuhan kami,
kami ridlo untuk hidup dalam kehendak dan ketentuan-Mu,

Ampunilah dan rahmatilah kami,
karena Engkaulah sumber ampunan dan rahmat,

Apunilah dan rahmatilah kami,
karena Engkaulah sumber ampunan dan rahmat,

Ampunilah dan rahmatilah kami,
karena Engkaulah sumber ampunan dan rahmat….

Biarkanlah diri ini sepenuhnya, milik-Mu,
menjadi bagian dari cahaya dan kasih-Mu…

untuk semakin mengasihi-Mu

•November 6, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi, yang terkasih…

Berkatilah dan rahmatilah hati kami,
agar hati kami menjadi semakin putih, suci, mekar indah,
untuk semakin mengasihi-Mu…

Ya Rabbi, yang terkasih…

Berkatilah dan rahmatilah jiwa kami,
agar semakin murni, indah, dipenuhi dan diterangi oleh cahaya dan kasih-Mu,
untuk semakin mengasihi-Mu…

Ya Rabbi, yang terkasih…

Berkatilah dan rahmatilah pikiran dan bawah sadar kami,
agar semakin terang dan murni, dipenuhi oleh cahaya dan kasih-Mu, semakin indah,
untuk semakin mengasihi-Mu…

Ya Rabbi, yang terkasih…

Bantulah kami untuk melepaskan semua beban,
memasrahkan semua hubungan,
agar cahaya dan kasih-Mu semakin indah dalam hati dan diri kami,
untuk semakin mengasihi-Mu…

untuk semakin mengasihi-Mu sebagaimana seharusnya, seutuhnya, sesuai kehendak-Mu…