Ya Rabbi,
Berkatilah dan Rahmatilah kami,
Biarkanlah jiwa kami selalu berada dalam genggaman Rahmat-Mu,
Baik dalam keadaan tidur maupun terjaga
Biarlah jiwa kami selalu belajar untuk menyadari,
arti dari tujuan hidup sejati

Ya Rabbi,
Berkatilah dan Rahmatilah kami,
Biarkanlah jiwa kami selalu berada dalam genggaman Rahmat-Mu,
Baik dalam keadaan tidur maupun terjaga
Biarlah jiwa kami selalu belajar untuk menyadari,
arti dari tujuan hidup sejati
Diskusi mengenai Reiki dan Islam, sudah menjamur di internet beberapa tahun belakangan ini. Pro dan kontra tentunya. Berikut ini adalah kesimpulan saya mengenai pro dan kontra tentang reiki tersebut tersebut:
Sebagai salah satu teknik pengobatan, reiki ada kelemahan dan kekuranganya. Apabila sakit anda perlu dibedah untuk diambil penyakitnya, maka sangat tidak cocok anda datang ke ruqyah/akupunktur/reiki. Jadi, tetap open mind dan jangan sempit dalam memahami ajaran-ajaran Allah.
Saya sangat setuju, bahwa tujuan hidup sejati adalah kembali kepada Allah dengan ridlo dan diridloi-Nya. Dan tujuan ini tidak bisa dicapai melalui reiki, karena reiki adalah teknik pengobatan. Sama halnya dengan ruqyah/akupunktur, tidak akan mampu menghantarkan anda kepada tujuan hidup sejati.
Semoga bermanfaat ![]()
Ya Rabbi,
Berkatilah hati kami, agar selalu mekar indah, terbuka untuk-Mu, melewati semua batasan,
Biarlah hati kami, dapat semakin menyadari Rahmat-Mu, apa adanya, melewati persepsi dan pikiran,
Ya Rabbi,
Berkatilah jiwa, pikiran, dan bawah sadar kami,
Agar selalu mengikuti Hati Nurani kami,
Dan selalu mengarahkan diri kami kepada-Mu
Ya Rabbi,
Biarlah hati kami dapat menyadari Diri-Mu,
Apa adanya,
Dengan Diri-Mu,
Tiada yang lain.
Sehingga tiada yang menutupi,
Keindahan-Mu,
Sehingga semua yang selama ini ada dan menghalangi, sirna
Sehingga hatiku semakin mekar indah,
Mengarah selalu hanya kepada-Mu
Ya Rabbi,
Betapa tidak terbatasnya Ampunan dan Rahmat-Mu,
Bahwa diriku yang tercipta dipenuhi batasan,
Diijinkan untuk senantiasa kembali kepada-Mu
Ya Rabbi,
Betapa indahnya Ampunan dan Rahmat-Mu,
Bahwa tidak berarti sebesar apapun kesalahan dihadapan Ampunan dan Rahmat-Mu,
Ya Rabbi,
Biarlah ikrarku menjadi pemandu,
Bagiku, dalam perjalananku kembali kepada-Mu,
Rahmatilah aku, biarlah aku dapat ridlo dan meraih ridlo-Mu.
Amin
Ya Rabbi,
Segala pujian yang terbaik hanyalah untuk-Mu, terima kasih untuk selalu membuka pintu-Mu untukku, menantiku untuk merebahkan diri mengakui seluruh kelemahan dan dosa. Terima kasih, untuk tetap mengijinkan hatiku menengok keindahan-Mu. Biarlah aku dapat mencicipi keindahan-Mu lebih baik lagi, seutuhnya, sebagaimana seharusnya.
Ya Rabbi,
Bimbinglah aku untuk dapat melangkah dijalan-Mu lebih baik lagi, mengesampingkan semuanya selain Diri-Mu. Bimbinglah aku untuk dapat melalui apapun ujian-Mu kepadaku dimasa nanti. Semuanya, untuk semakin menyadari, bahwa Diri-Mu lah tujuan dan cita-cita yang utama.
Ya Rabbi,
aku telah ridho untuk menjadikan-Mu sebagai Rabbku, maka biarlah apapun itu, hatiku akan selalu mengarah kepada-Mu
bismillah…
Hidup adalah mengasah keikhlasan kepada-Nya, menyadari kekurangan diri thus menyadari keluasan ampunan-Nya, menguji iman dengan ujian dan cobaan thus menyadari dekatnya pertolongan-Nya, menghitung kelemahan thus menyadari keindahan beryukur kepada-Nya. Hidup adalah membuktikan kebenaran ikrar, ketangguhan janji, membuktikan diri sebagai pejuang.
Layaknya batu yang tegar di tengah sungai, iman yang kokoh dapat tergerus oleh arus, melemah seiring waktu. Disitulah ikrar yang telah diucapkan, diuji dan dibuktikan. Seperti yang tertera dalam kitab suci, bahwa surga hanya milik orang yang telah menerima ujian hingga titik akhir pertahanan, dan tetap konsisten.
Semoga hati selalu terbuka, untuk semakin menyadari, bahwa yang diinginkan-Nya adalah kebaikan, bahwa Rahmat-Nya selalu tercurah untuk kesempurnaan, bahwa ampunanya telah merindukan kembalinya pecinta-Nya untuk bertaubat. Perjalanan akan mencapai akhir, dan diujungnya adalah keindahan, hanya bagi orang yang berusaha keras untuk selalu berpegang kepada kemurnian dan keihklasan hati…
refleksi awal tahun 2009
Shared Idea