header image
 

Dosa dan Ujian

Ya Rabbi,

Kepada-Mu kami hadapkan dosa dan kesalahan kami,
Karena Engkaulah Yang Maha Mengampuni dan Pemberi Rahmat,
Terangilah yang gelap dari diri kami, biarlah semua kegelapan dan kejahatan sirna,
Bimbinglah kami untuk membiarkan, memasrahkan, menyadari, dan mensyukuri Cahaya dan Rahmat-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk melepaskan beban-beban dan segala yang negatif dari dosa dan kesalahan kami,
Biarlah Cahaya dan Rahmat-Mu melepaskan semua ketakutan, kekhawatiran, dan ketidakpuasan kami kepada-Mu,
Menggantinya dengan keindahan dan cahaya,
Penuhilah hati kami dengan sabar dan syukur,
Bimbinglah kami untuk semakin menerima, terbuka, puas, dan syukur terhadap-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami dalam kehidupan kami,
Untuk selalu mengarah kepada-Mu,
Apapun ujian yang Engkau anugerahkan kepada kami

Didalam Cahaya, Menjadi Cahaya, Memancarkan Cahaya

Ya Rabbi, :)

Bimbinglah kami untuk memasrahkan seluruh hati dan diri kami kepada-Mu,
Membiarkan Cahaya dan Kasih-Mu melakukan yang terbaik dan terindah,
Membiarkan Cahaya dan Kasih-Mu membebaskan kami dari semua beban, batasan, masalah, penyakit dan semua yang negatif,

Biarlah hati dan diri kami menjadi semakin bersih dan murni, indah, menjadi bagian dari Cahaya dan Kasih-Mu

Biarlah kami menjadi alat-Mu dalam membagikan Cahaya dan Kasih-Mu kepada semua makhluk diseluruh keberadaan

Untuk semakin mengasihi-Mu, menyadari Kasih-Mu, apa adanya… sebagaimana seharusnya…

:)

Mensyukuri Rahmat-Mu

Ya Rabbi, yang terkasih…

Murnikanlah hati kami untuk dapat semakin menyadari Cahaya dan Rahmat-Mu,
Semakin menyadari Karunia-Mu saat ini dan yang telah lalu kepada kami,
Murnikanlah hati kami dari semua batasan yang menghalangi kami untuk mensyukuri Rahmat-Mu,

Ya Rabbi, yang terkasih…

Bimbinglah kami untuk mensyukuri Rahmat-Mu kepada kami, sebagaimana seharusnya,
Membiarkan hati kami mekar indah menyambut Cahaya dan Rahmat-Mu,
Semakin menyadari keindahan Karunia-Mu,
Mensyukuri Rahmat-Mu semakin baik lagi

Ya Rabbi, yang terkasih…

Bimbinglah kami untuk dapat mensyukuri Rahmat-Mu, dari hati, seutuhnya…
<dari hati, bersyukur kepada Yang Terkasih seutuhnya, tanpa kata-kata>

Amin.

Keinginan

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk memasrahkan semua beban, batasan, dan semua yang negatif yang ada karena keinginan kami,
Biarlah Cahaya dan Kasih-Mu membebaskan kami dari beban, batasan, dan semua yang negatif tersebut,
Menggantinya dengan Cahaya, Kasih-Mu, Keindahan,
Agar kami dapat semakin mendekat kepada-Mu, mengenal-Mu, mengasihi-Mu, dan berserah diri kepada-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk memasrahkan semua beban, batasan, dan semua yang negatif yang ada karena keinginan kami,
Biarlah Cahaya dan Kasih-Mu membebaskan kami dari beban, batasan, dan semua yang negatif tersebut,
Menggantinya dengan Cahaya, Kasih-Mu, Keindahan,
Agar kami dapat semakin mendekat kepada-Mu, mengenal-Mu, mengasihi-Mu, dan berserah diri kepada-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk memasrahkan semua beban, batasan, dan semua yang negatif yang ada karena keinginan kami,
Biarlah Cahaya dan Kasih-Mu membebaskan kami dari beban, batasan, dan semua yang negatif tersebut,
Menggantinya dengan Cahaya, Kasih-Mu, Keindahan,
Agar kami dapat semakin mendekat kepada-Mu, mengenal-Mu, mengasihi-Mu, dan berserah diri kepada-Mu

Amin.

Semakin Menyadari

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk semakin menyadari,
Melakukan semua hal sehari-hari untuk semakin mengasihi-Mu,
Dan menyandarkan apapun yang kami usahakan kepada-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk semakin menyadari,
Pentingnya berserah diri kepada-Mu,
Keindahan berserah diri kepada-Mu,
Rahmat-Mu ketika kami berserah diri kepada-Mu

Ya Rabbi,

Bimbinglah kami untuk semakin menyadari,
Segala hal yang  indah ketika kami kembali kepada-Mu

Amin.

Disini, Saat Ini (Advanced Version)

Ya Rabbi, yang Terkasih,…
Disini, saat ini, sebagai Diri Sejati, kasih dan kerinduan kami, seutuhnya untuk-Mu…

Ya Rabbi, yang Terkasih,…
Disini, saat ini, sebagai Diri Sejati, kasih dan kerinduan kami, seutuhnya untuk-Mu…

Ya Rabbi, yang Terkasih,…
Disini, saat ini, sebagai Diri Sejati, kasih dan kerinduan kami, seutuhnya untuk-Mu…

Biarlah kami dapat memberikan kasih kami kepada-Mu, seutuhnya, selamanya, sebagai Diri Sejati, tanpa batasan…

Diri Sejati = ruh

Disini, Saat Ini

Ya Rabbi, yang Terkasih…
Disini, saat ini, kasih dan kerinduan dari hati kami, seutuhnya untuk-Mu

Ya Rabbi, yang Terkasih…
Disini, saat ini, kasih dan kerinduan dari hati kami, seutuhnya untuk-Mu

Ya Rabbi, yang Terkasih…
Disini, saat ini, kasih dan kerinduan dari hati kami, seutuhnya untuk-Mu

Biarlah kami dapat memberikan kasih kami kepada-Mu, seutuhnya, selamanya, tanpa batasan…

Sebagaimana seharusnya

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Bimbinglah kami, untuk senantiasa mensyukuri Rahmat-Mu sebagaimana seharusnya,

Bimbinglah kami, untuk senantiasa mensyukuri Rahmat-Mu apapun keadaan dan keberadaan kami,

Bimbinglah kami untuk semakin menyadari Rahmat-Mu sebagaimana seharusnya,

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Biarlah Rahmat-Mu senantiasa membimbing kami untuk berserah diri kepada-Mu sebagaimana seharusnya,

Berserah diri kepada-Mu apapun keadaan dan keberadaan kami,

Bimbinglah kami untuk larut dalam Cahaya dan Rahmat-Mu,

Ya Rabbi, yang Terkasih…

Bimbinglah kami untuk menjadi hamba-Mu yang berbakti, sebagaimana seharusnya, tanpa dibatasi oleh batasan fisik kami,

Bimbinglah kami untuk selalu memberikan kasih kami kepada-Mu, sebagaimana seharusnya, sebagai Ruh yang berasal dari-Mu, dan yang selalu merindukan-Mu.

Amien.

Untuk kembali pulang

<didalam Rahmat-Nya didalam hati>
Ya Rabbi, syukur kami untuk-Mu, Yang Terkasih…

<senyum sepenuh kasih, dari hati yang mekar indah untuk-Nya>
Ya Rabbi, indahnya Rahmat-Mu…
Biarlah kami menjadi bagian dari Rahmat-Mu…

<memasrahkan seluruh hati dan diri kepada-Nya>
Ya Rabbi, yang Terkasih…
Bimbinglah kami untuk kembali pulang kepada-Mu…

Amin…
<enjoy, smile nicely from your heart, surrender completely>

Ilmu Tertinggi

Alkisah ada sepasang kakak dan adik. Mereka berazam untuk keluar dari kampung halamannya untuk menuntut ilmu tertinggi. Di persimpangan jalan, kakak beradik tersebut berpisah, dan berjanji untuk bertemu kembali 10 tahun kemudian di tempat yang sama.

Singkat cerita 10 tahun telah berlalu, dan akhirnya kakak beradik tersebut bertemu kembali setelah masing-masing belajar ilmu tertinggi. Setelah menumpahkan kerinduan yang sekian lama terpendam, kakak beradik tersebut sepakat untuk kembali ke kampungnya.

Di tengah perjalanan kembali ke kampung halaman, mereka bertemu dengan sungai yang besar dan deras. Si kakak melihat ada seorang tua yang menyewakan perahu untuk menyeberang, bergegas si kakak menghampiri pak tua dan membayar 5000 rupiah untuk menyeberang. Si kakak heran karena si adik diam saja tidak ikut naik ke perahu, “kakak menyeberang saja duluan, aku akan perlihatkan kepada kakak ilmu tertinggi yang sudah adik pelajari”, ujar si adik.

Ketika kakaknya menyeberang, dengan lihai adiknya melompat kesungai dan secara ajaib mampu berjalan diatas sungai layaknya berjalan diatas tanah, “jadi, itukah ilmu tertinggimu?” tanya sang kakak. “Adikku, betapa murahnya ilmu yang engkau pelajari, dengan Rp. 5000 aku dapat melakukan hal yang sama dengan mu, tidak perlu 10 tahun untuk bisa melakukan hal tersebut”

moral of the story: ilmu tertinggi bukanlah ilmu yang setara Rp. 5000 (pakai aja perahu kalau cuma buat nyebrang sungai, kan?), namun ilmu ma’rifat kepada Allah yang tak bisa dibayar dengan apapun untuk bisa melakukannya.

Mari belajar ilmu Tertinggi