Untuk Jiwa

•Maret 29, 2010 • 1 Komentar

Ya Rabbi,

Berkatilah dan Rahmatilah kami,
Biarkanlah jiwa kami selalu berada dalam genggaman Rahmat-Mu,
Baik dalam keadaan tidur maupun terjaga

Biarlah jiwa kami selalu belajar untuk menyadari,
arti dari tujuan hidup sejati

Opini Tentang Reiki

•Maret 19, 2010 • 3 Komentar

Diskusi mengenai Reiki dan Islam, sudah menjamur di internet beberapa tahun belakangan ini. Pro dan kontra tentunya. Berikut ini adalah kesimpulan saya mengenai pro dan kontra tentang reiki tersebut tersebut:

  • Memandang bahwa reiki adalah pengganti Sholat/Zikir/Tahajud/Rukun Islam dll
    Cara pandang ini mengesankan bahwa praktek reiki seolah-olah mengganti praktek sholat dan zikir dan rukun islam. Padahal reiki adalah salah satu alternatif pengobatan saja, seperti halnya ruqyah/akupunktur/medis/pijat refleksi/dll. Terlalu jauh dan mengada-ada menurut saya, seandainya menyamakan reiki dengan sholat, dan reiki sama sekali tidak menggantikan sholat. Setiap mukmin wajib hukumnya menjalankan sholat 5 waktu, dan ketika sakit, silahkan pilih metode pengobatan yang anda sukai, misalnya reiki atau pengobatan medis konvensional.
  • Reiki tidak disebut dalam Al-Qur’an dan Hadits
    Menurut saya, apa perlunya reiki harus dibahas dalam Al-Qur’an dan Hadits? Sekali lagi, reiki hanyalah salah satu alternatif pengobatan saja. Apakah dalam al-Qur’an juga dibahas mengenai akupunktur? teknik bedah? Parasetamol?
    Banyak hal justru, yang tertulis secara explicit didalam Al-Quran dan Hadits Shahih, yang justru tidak teraplikasikan dan bahkan dihalang-halangi untuk dilaksanakan. Mengapa kita tidak concern pada hal ini, tapi justru meributkan sesuatu yang secara explicitpun tidak disebutkan keharamanya?
  • Energi reiki menggunakan bantuan makhluk lain
    Aliran/perguruan dalam reiki cukup beragam, dan tidak semuanya menggunakan energi reiki yang murni. Beberapa aliran reiki sebenarnya sudah tidak bisa disebut reiki lagi. Karena itu, menurut saya menjadi kurang bijak cara pandang yang menyamaratakan aliran-aliran reiki.
    Reiki pada awal kemunculanya, semata-mata hanya mengandalkan energi yang ada di alam semesta yang masuk melalui atas kepala, karena itu biasanya diistilahkan energi ilahi. Pada perkembanganya, beberapa aliran menggabungkan dengan teknik-teknik baru atau bahkan menggunakan bantuan makhluk-makhluk tertentu. Bagi saya, yang seperti ini sudah tidak bisa disebut reiki lagi.
    Sebenarnya, energi non fisik ini sudah bisa di rekam jejaknya menggunakan kamera kirlian (fotografi aura dan kamera kirlian adalah dua hal yang jauh berbeda), artinya sudah bisa dibuktikan keberadaanya secara ilmiah.
  • Reiki identik dengan kemampuan2 aneh
    Ajaran asli reiki adalah spiritual dan kesehatan, spiritual dalam makna mendekat kepada Tuhan melalui tingkah laku yang lebih baik. Tidak termasuk dalam ajaran reiki mengenai kemampuan-kemampuan gaib, meskipun pada perkembangan reiki, beberapa aliran menambahkan teknik-teknik tertentu sebagai tambahan dari ajaran asli reiki.
    Banyak praktisi reiki tingkat lanjut, yang sampai sekarang hanya bisa senyum, santai, dan pasrah dan menyalurkan energi, tanpa bisa melakukan kemampuan-kemampuan aneh.
    Apakah kemampuan-kemampuan aneh bertentangan dengan islam? banyak orang yang terlahir sudah membawa bakat, namun ada orang yang mencarinya dengan jalan yang menyalahi aqidah dan syariat, ini yang salah menurut saya. Kita menganggapnya aneh, sebenarnya karena kemampuan ilmu kita belum bisa memahami fenomena tersebut. Seandainya saya mengklaim bisa memindahkan White House yang ada di amerika ke Lapangan Monas dalam sekejap mata tanpa alat bantu apapun, apakah kemampuan saya ini disebut aneh dan dituding musyrik (dengan alasan karena pasti pakai jin, dll)? Padahal pada masa yang lampau di jaman Nabi Sulaiman, seorang hamba Allah (manusia) yang memahami Kitab Allah bisa melakukanya.
  • Reiki tidak bisa dibuktikan secara ilmiah
    Banyak hal yang mendasar dalam hidup, yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, misalnya keberadaan jiwa dan ruh. Padahal dua-duanya disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan Hadits. Padahal, memahami energi reiki erat kaitanya dengan memahami kejiwaan manusia. Fisik manusia, yang berupa kulit, daging, tulang dan darah, yang menjadi objek kajian terpenting dalam dunia medis, justru sebenarnya hanyalah “kulit” saja bagi kemanusiaan seseorang. Wujud asli manusia ada pada jiwa dan ruhnya.
    Dunia ilmiah berkembang, dan saat ini belum pada titik akhir perjalananya. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, bukan berarti HOAX. Fisika kuantum, sebagai contoh, masih menemukan banyak hal yang tidak bisa dijelaskan oleh dirinya sendiri.

Sebagai salah satu teknik pengobatan, reiki ada kelemahan dan kekuranganya. Apabila sakit anda perlu dibedah untuk diambil penyakitnya, maka sangat tidak cocok anda datang ke ruqyah/akupunktur/reiki. Jadi, tetap open mind dan jangan sempit dalam memahami ajaran-ajaran Allah.

Saya sangat setuju, bahwa tujuan hidup sejati adalah kembali kepada Allah dengan ridlo dan diridloi-Nya. Dan tujuan ini tidak bisa dicapai melalui reiki, karena reiki adalah teknik pengobatan. Sama halnya dengan ruqyah/akupunktur, tidak akan mampu menghantarkan anda kepada tujuan hidup sejati.

Semoga bermanfaat :D

Melewati Batasan Persepsi dan Pikiran

•Maret 16, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi,

Berkatilah hati kami, agar selalu mekar indah, terbuka untuk-Mu, melewati semua batasan,
Biarlah hati kami, dapat semakin menyadari Rahmat-Mu, apa adanya, melewati persepsi dan pikiran,

Ya Rabbi,

Berkatilah jiwa, pikiran, dan bawah sadar kami,
Agar selalu mengikuti Hati Nurani kami,
Dan selalu mengarahkan diri kami kepada-Mu

Tiada Yang Lain

•Maret 15, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi,

Biarlah hati kami dapat menyadari Diri-Mu,
Apa adanya,
Dengan Diri-Mu,
Tiada yang lain.

Sehingga tiada yang menutupi,
Keindahan-Mu,

Sehingga semua yang selama ini ada dan menghalangi, sirna
Sehingga hatiku semakin mekar indah,
Mengarah selalu hanya kepada-Mu

Senantiasa Menemukan-Mu

•Maret 15, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ya Rabbi,

Betapa tidak terbatasnya Ampunan dan Rahmat-Mu,
Bahwa diriku yang tercipta dipenuhi batasan,
Diijinkan untuk senantiasa kembali kepada-Mu

Ya Rabbi,

Betapa indahnya Ampunan dan Rahmat-Mu,
Bahwa tidak berarti sebesar apapun kesalahan dihadapan Ampunan dan Rahmat-Mu,

Ya Rabbi,

Biarlah ikrarku menjadi pemandu,
Bagiku, dalam perjalananku kembali kepada-Mu,
Rahmatilah aku, biarlah aku dapat ridlo dan meraih ridlo-Mu.

Amin

Terima kasih

•Agustus 18, 2009 • 2 Komentar

Ya Rabbi,

Segala pujian yang terbaik hanyalah untuk-Mu, terima kasih untuk selalu membuka pintu-Mu untukku, menantiku untuk merebahkan diri mengakui seluruh kelemahan dan dosa. Terima kasih, untuk tetap mengijinkan hatiku menengok keindahan-Mu. Biarlah aku dapat mencicipi keindahan-Mu lebih baik lagi, seutuhnya, sebagaimana seharusnya.

Ya Rabbi,

Bimbinglah aku untuk dapat melangkah dijalan-Mu lebih baik lagi, mengesampingkan semuanya selain Diri-Mu. Bimbinglah aku untuk dapat melalui apapun ujian-Mu kepadaku dimasa nanti. Semuanya, untuk semakin menyadari, bahwa Diri-Mu lah tujuan dan cita-cita yang utama.

Ya Rabbi,

aku telah ridho untuk menjadikan-Mu sebagai Rabbku, maka biarlah apapun itu, hatiku akan selalu mengarah kepada-Mu

Hidup dan Keikhlasan

•Februari 23, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

bismillah…

Hidup adalah mengasah keikhlasan kepada-Nya, menyadari kekurangan diri thus menyadari keluasan ampunan-Nya, menguji iman dengan ujian dan cobaan thus menyadari dekatnya pertolongan-Nya, menghitung kelemahan thus menyadari keindahan beryukur kepada-Nya. Hidup adalah membuktikan kebenaran ikrar, ketangguhan janji, membuktikan diri sebagai pejuang.

Layaknya batu yang tegar di tengah sungai, iman yang kokoh dapat tergerus oleh arus, melemah seiring waktu. Disitulah ikrar yang telah diucapkan, diuji dan dibuktikan. Seperti yang tertera dalam kitab suci, bahwa surga hanya milik orang yang telah menerima ujian hingga titik akhir pertahanan, dan tetap konsisten.

Semoga hati selalu terbuka, untuk semakin menyadari, bahwa yang diinginkan-Nya adalah kebaikan, bahwa Rahmat-Nya selalu tercurah untuk kesempurnaan, bahwa ampunanya telah merindukan kembalinya pecinta-Nya untuk bertaubat. Perjalanan akan mencapai akhir, dan diujungnya adalah keindahan, hanya bagi orang yang berusaha keras untuk selalu berpegang kepada kemurnian dan keihklasan hati…

refleksi awal tahun 2009

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.